Inspirasi Filosofi Dari Nasi Tumpeng

Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Kreatif Indonesia melantik nasi tumpeng jadi satu dari 30 simbol kuliner Indonesia. Penyajian nasi tumpeng dalam nampan besar, bundar, dari anyaman bambu, nasi kerucut dengan bermacam lauk pauk jadi pelengkap. Sama dengan kebudayaan warga Jawa saat perayaan satu momen penting atau kenduri.



Tumpeng datang dari satu singkatan ‘yen metu kudu mempeng’ yang mempunyai makna tertentu. Jika ditranslate dalam bahasa Indonesia, ‘yen metu kudu mempeng’ bermakna ‘ketika keluar harus serius semangat.’, nah apabila ingin Pesan Nasi Tumpeng bisa ke royaltumpeng.com

Tidak bingung bila nasi Tumpeng dari dahulu sampai sekarang seringkali jadikan sajian pada suatu perayaan yang mempunyai arti perkataan sukur atau kebahagiaan. Karena, arti tumpeng sendiri ialah baik, yaitu saat terlahir manusia harus jalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, percaya, konsentrasi, serta tidak gampang putus harapan.

Biasanya, proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng dengan diawali menguraikan terlebih dulu arti perayaan dari pemotongan tumpeng, berdoa perkataan sukur, setelah itu nasi tumpeng dipotong serta diberikan untuk orang yang dihormati jadi bentuk penghormatan, baru kemudian nasi tumpeng disantap bersama.

Upacara potong tumpeng ini melambangkan rasa sukur pada Tuhan serta sekaligus juga pernyataan atau ajaran hidup tentang kebersamaan serta kerukunan.

Nyatanya dalam penyajian nasi tumpeng umumnya diperlengkapi dengan 7 jenis lauk-pauk. 7 dalam bahasa Jawa bermakna pitu. Angka pitu bermakna pitulungan ( pertolongan ) . Berikut arti dari 7 jenis lauk-pauk yang biasa diberikan dalam tumpeng :

Nasi dibuat jadi bentukan kerucut bisa disimpulkan jadi keinginan supaya hidup tetap sejahtera, melambangkan tangan merapat selalu untuk menyembah Tuhan, serta jadi lambang pengharapan supaya kesejahteraan hidup kita juga makin sukses.

Nasi yang dipakai umumnya nasi putih atau uduk. Warna putih bermakna suci hingga nasi tumpeng tipe ini sering diberikan dalam upacara keagamaan. Sesaat warna kuning melambangkan kesejahteraan, kekayaan, atau rejeki yang melimpah.

Penentuan ayam jadi pelengkap tumpeng ialah ayam jago ( jantan ) yang dibuat utuh ingkung dengan bumbu kuning / kunir serta dikasih areh ( kaldu santan yang kental ) sebagai lambang menyembah Tuhan dengan khusuk ( manekung ) dengan hati yang tenang ( wening ) . Dimana ketenangan hati diraih dengan mengatur diri serta sabar ( nge”reh” rasa ) .

Menyembelih ayam jago memiliki arti menghindarkan sifat-sifat jelek ayam jago, diantaranya : sombong, takabur, jika bicara tetap menyela serta merasakan tahu / menang / benar sendiri ( berkokok ) , tidak setia serta tidak perhatian pada anak istri.

Jaman dulu ikan yang diberikan Ikan Lele. Ikan lele mempunyai arti ketabahan, keuletan dalam kehidupan serta mampu hidup dalam kondisi ekonomi yang paling bawah sekalinya. Ciri-ciri ikan lele sendiri ialah tahan hidup di air yang tidak mengalir serta di fundamen sungai.

Ikan Teri biasanya digoreng dengan tepung atau tanpa ada tepung. Ikan Teri serta Ikan Pethek hidup di laut serta tetap bergerombol hingga memberikan arti kebersamaan serta kerukunan.

Ikan ini jadi lambang dari ketabahan, keuletan dalam kehidupan serta mampu hidup dalam kondisi ekonomi yang paling bawah sekalinya. Lauk lain yang diberikan ialah ikan teri. Ikan ini umumnya digoreng tanpa atau dengan tepung. Ikan teri tetap hidup bergerombol. Filosofi yang bisa diambil, jadi contoh dari kebersamaan serta kerukunan.

Nasi tumpeng diperlengkapi dengan telur rebus utuh. Telur di rebus pindang, bukan didadar atau mata sapi, serta diberikan utuh dengan kulitnya, jadi tidak dipotong hingga untuk mengkonsumsinya harus dikupas terlebih dulu.

Piwulang jawa mengajari “Tata, Titi, Titis serta Tatas”, yang bermakna semangat kerja yang baik ialah kerja yang terencana, cermat, pas penghitungan,serta dituntaskan dengan selesai.

Telur jadi lambang bila manusia dibuat dengan fitrah yang sama. Yang memperbedakan nanti hanya ketakwaan serta kelakuannya.

Pelengkap yang lain ialah sayur urab. Sayuran yang dipakai diantaranya kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, kluwih dengan bumbu sambal parutan kelapa atau urap dan sebagainya. Seperti dalam pelengkap yang lain, sayur-sayuran ini memiliki kandungan simbol-simbol penting, diantaranya :

1. Kangkung bermakna jinangkung yang bermakna melindung,

2. Bayam ( bayem ) bermakna ayem tentrem,

3. Taoge / cambah yang bermakna tumbuh,

4. Kacang panjang bermakna pertimbangan yang jauh ke depan,

5. Bawang merah melambangkan memperhitungkan segala hal dengan masak buruk baiknya,

6 Cabe merah diujung tumpeng adalah symbol dilah / api yang meberikan penerangan / tauladan yang berguna buat orang lain,

7. Kluwih bermakna linuwih atau memiliki kelebihan dibandingkan yang lain, serta

8. Bumbu urap bermakna urip / hidup atau dapat menjaga ( memberikan nafkah ) keluarga.

Mudah-mudahan tulisan aku berguna serta menghibur

Post a Comment

0 Comments