Apakah benar Obat HIV serta Flu Dapat Sembuhkan Corona? Ini Kenyataannya

China lakukan beberapa usaha untuk mengobati pasien virus corona. Virus ini gampang menyebar dari manusia ke manusia. Penyebarannya juga cepat. Virus corona bisa melekat di tiap pojok, dekat sama pasien corona.

Team medis China serta temukan jejak virus corona bisa diketemukan pada pegangan pintu. Wakil Kepala Pusat Mencegah Penyakit Menyebar Guangzhou, Zhang Zhoubin, menjelaskan kota itu sudah kumpulkan 660 sampel untuk pengujian.



"Dalam penyidikan kami belakangan ini, kami temukan virus corona baru pada gagang pintu di dalam rumah pasien. Ini memperingatkan aku jika kita harus lakukan yang paling baik dalam jaga kebersihan di dalam rumah, serta penting untuk seringkali membersihkan tangan," kata Zhang.

Sampai sekarang, team medis di China serta beberapa negara masih cari obat penawar untuk mengobati serta mencegah virus corona. Tetapi, di China serta di Thailand obat HIV serta flu diberitakan efisien mengobati pasien yang terjangkit corona. Berikut penjelasannya :

China menggunakan obat untuk pengidap virus HIV jadi perlakuan sesaat pasien yang terinfeksi virus corona. Komisi Kesehatan Nasional China ( NHC ) menjelaskan gabungan obat lopinavir serta ritonavir yang di jual dengan brand Kaletra dari AbbVie, digunakan untuk mengatasi pasien yang terinfeksi virus corona.

Walau belum diketemukan obat yang efisien, NHC merekomendasikan pasien diberi dua tablet lopinavir serta ritonavir 2x satu hari serta satu dosis alpha-interpheron melalui aksi nebulisasi 2x satu hari.

Jurnal medis Lancet menjelaskan eksperimen medis menggunakan ritonavir serta lopinavir untuk mengatasi masalah virus corona sedang berjalan.

Wang Guangfa, pakar pernafasan dari Rumah Sakit Kampus Peking di Beijing yang terserang virus ini sesudah berkunjung ke Wuhan untuk mengecek pasien terjangkit, menjelaskan pada China News Week minggu ini, dokter merekomendasikan ia minum obat HIV untuk menantang virus corona serta sukses untuk dianya.

Kementerian Kesehatan Thailand dalam temu wartawan menjelaskan, beberapa dokter di negara itu sukses mengobati seorang pasien terinfeksi virus corona dengan memberikan gabungan obat antivirus. Dr Kriangsak Atipornwanich di Rumah Sakit Rajavithi Bangkok menjelaskan sudah mengatasi pasien virus corona wanita berumur 71 tahun dari China dengan memberikannya gabungan obat anti-HIV serta flu. Ia menjelaskan pasien itu awalnya telah dikasih cuma obat anti-HIV saja.

"Aku mengatasi pasien dengan keadaan yang kronis, serta hasilnya benar-benar memberi kepuasan. Keadaan pasien sekarang lebih baik secara cepat dalam 48 jam. Serta hasil kontrol memperlihatkan perkembangan dari yang semula ia positif corona jadi negatif dalam 48 jam ," kata Atipornwanich, seperti dikutip situs CNN, Senin ( 3 / 2 ) .

Petinggi Kesehatan Thailand menjelaskan dalam temu wartawan, hasil kontrol laboratorium memperlihatkan di skema pernafasan pasien barusan telah tidak lagi ada jejak virus corona.

China mulai mulai lakukan eksperimen medis obat untuk menantang virus corona. Obat Remdesivir bikinan Gilead Sciences Inc yang diperuntukkan melawan wabah penyakit menyebar seperti Ebola serta SARS, akan diuji-coba oleh team medis dari Rumah Sakit Pertemanan China-Jepang yang berbasiskan di Beijing.

Produsen obat seperti GlaxoSmithKline Plc. serta otoritas China sekarang berpacu dengan waktu membuat vaksin serta therapy untuk melawan virus anyar yang telah melewati parahnya wabah SARS pada 2003.

Dalam pengakuannya minggu lantas, Gilead menjelaskan, obat eksperimen ini belum mendapatkan pernyataan oleh faksi pembuat ketentuan pemakaian obat dimana juga di dunia tetapi sekarang sedang diserahkan kepada beberapa pasien untuk melawan corona.

Instansi pembuat ketentuan kesehatan di China merekomendasikan pemakaian obat HIV dari AbbVie Inc, Kaletra, jadi obat antivirus untuk corona. Kaletra gagasannya akan diujicobakan pada manusia.

GlaxoSmithKline serta Konsolidasi untuk Pengembangan Persiapan Epidemi ini hari menjelaskan mereka akan berusaha percepat pengerjaan vaksin corona serta memproduksinya dengan massal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ( RSCM ) Robert Sinto menjelaskan, belumlah ada launching sah berkaitan obat anti-HIV bisa mengobati pasien virus corona.

"Beberapa laporan, pernyataan mengatakan jika salah satunya obat anti virus HIV bisa digunakan untuk corona virus ini, tetapi sampai sekarang belumlah ada listing sah jika memang obat itu akan diberi dengan semua pasien corona virus," tuturnya di gedung Graha rumah sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa ( 4 / 2 ) .

Namun, tidak tutup peluang jika obat anti virus HIV serta flu bisa digunakan yang akan datang untuk pasien pasien virus corona.

"Permasalahan di muka hari akan di listing obat anti HIV untuk corona virus karena itu kelak perubahannya akan disaksikan, sebab penyakit ini baru sebulan kan umurnya. Tetapi sampai detik ini tidak ada tanda-tanda satu juga dilegalkan," katanya.

Sampai Selasa ( 4 / 2 ) , jumlahnya korban wafat karena virus corona di China sekitar 426, 1 orang korban Filipina serta 1 korban masyarakat Hong Kong. Selanjutnya sekitar 20.400 orang tertular di beberapa negara. Sekarang, telah ada 26 negara yang masyarakat negaranya mulai tertular virus corona.

Post a Comment

0 Comments